Review : Album Terbaru The Rain

Bila sedikit dihitung, empat tahun yang lalu the rain puasa mengeluarkan album. Belasan lagu berwarna cinta lalu patah batin yang sempat mereka luncurkan perlahan masuk ke antologi dendang album para angkatan 2000-an. terpenting single janganlah pergi berlaku seperti anak bedil pertama mereka di pabrik nada tanah air.

Dalam antara yang demikian lamban, band asuhan alat (bunyi, gitar akustik), aang (beduk), ipul (bass) lalu iwan (gitar akustik, bunyi) ini sukses menjumpai arah anyar.

Review Album Terbaru The Rain

Keadaan itu kelihatan atas meluncurnya lagu berpengalaman patah batin (2013), batal bersembunyi (2014), bersama pelamar capek di tahun 2015. Tiga single ini setelah itu jadi jembatan para fans bakal balik memperhatikan the rain. Pastinya dalam prospek yang lebih besar.

Di nilai ini, fans lalu band seakan lagi mencari titik jumpa. Pelacakan itu akibatnya dijawab atas rilisnya album berprofesi akrab. Satu buah pertemuan the rain atas fans loyal, bersama angkatan anyar yang jatuh batin pada trilogi single mereka.

Harus dikenal, album ini tidaklah sekedar alat nostalgia satu-satunya. Delapan lagu anyar yang dihidangkan the rain ada aransemen yang andal tanpa mengiler bakal main di ranah elektronik. Lirik-lirik yang ditawarkan pula merebak saklek lalu berat membidik ke adicita yang lebih positif.

Yang tentu, tidak tahu disengaja alias enggak, kesemua liriknya seakan ada hubungan yang dekat atas kehidupan para pendengarnya. Ucap aja di antaranya ode penyembuh jejas, balasan setidaknya bagus, alias bakal aba ibuku yang bisa jadi bakal sedemikian itu mengena buat melimpah orang.

Intinya, bila mengumpulkan album terpopuler lagu baru gratis di 2016, tanggapannya boleh jadi enggak the rain. tapi bila mau mencari kawan bakal mengenang ekspedisi, album ini ialah ikhwan yang persisnya.