Objek Wisata Baru di Gianyar Bali yang Menarik

Objek wisata baru di Gianyar  –  Jika Anda punya rencana untuk berlibur ke Gianyar, Jangan khawatir akan keindahannya, Kabupaten ini menawarkan cukup banyak wisata pilihan untuk Anda dikunjungi. Selama ini jika Gianyar jarang terdengar tempat yang keren untuk berlibur, namun ternyata Gianyar ini juga memiliki objek wisata baru di gianyar banyak tempat-tempat wisata alam yang keren yang tak kalah dengan wisata di Semarang, Jogja ataupun kota besar lainnya.

Baiklah agar tidak panjang lebar, langsung saja ke titik tujuan artikel ini kami buat, Artikel ini bertujuan Untuk memudahkan Anda menemukan tempat wisata di Gianyar yang paling indah, Terbaru dan di rekomendasikan untuk Anda Jelajahi

Kabupaten Gianyar kini bertambah satu objek wisata baru lagi. Objek wisata itu adalah alam sawah di Subak Sukabayu, Br. Gagah Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang Gianyar. Aktivitas trekking di areal persawahan menjadi daya tarik utama, disamping aktivitas petani. Objek wisata baru ini dibuka Bupati Gianyar yang diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, I Ketut Mudana, Senin (23/1)

alam sawah di Subak Sukabayu

Wisata alam yang memiliki luas 92 ha itu menyuguhkan pemandangan yang eksotik. Jika ingin menikmati indahnya persawahan terasering dengan petani yang mengerjakan sawah secara tradisional, wisatawan dapat menyusuri jalan setapak sepanjang 2,7 meter. “Ide untuk menjadikan lahan persawahan ini sebagai obyek wisata sudah tercetus setahun yang lalu,” kata Pekaseh Subak Sukabayu, I Wayan Sudana.

Selanjutnya, membangun sarana dan prasarana penunjang seperti toilet, jalan setapak yang dibeton melewati areal persawahan dan beberapa penunjang lainnya, akhirnya obyek wisata ini diresmikan. Wisalata alam sawahnya sangat indah. Rice field view, jogging track dan trekking, serta aktivitas pada petani menjadikan tempat ini sebagai wisata edukasi. “Wisatawan dapat melihat atau belajar bagaimna itu pertanian tradisional Bali yang lekat dengan nuansa budayanya,” imbuhnya.

Wisatawan akan disuguhkan cara menanam padi, mulai dari pembibitan, membajak sawah, menanam hingga memanen hasil pertanian. “Yang kami perkenalkan tentu saja pertanian tradisional, tidak ada sentuhan modern seperti traktor. Begitu juga dengan berbagai upacara agama yang selalu melekat pada kehidupan di Bali,” jelas Sudana.

Sebagai pendukung wisata alam pesawahan, tempat ini juga dibangun lokasi berfoto atau lebih beken disebut lokasi selfie. Ada panggung terbuka yang dikelilingi semacam terali yang disebut dengan lokasi gembok cinta. Lokasi ini menyasar muda-mudi yang tengah dilanda asmara, untuk memasang gembok sebagai lambang ikatan cinta abadi mereka. “Ide gembok cinta ini memang meniru hal yang sama yang ada di luar negeri seperti di Paris dan Korea Selatan,” tambahnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, I Ketut Mudana mengatakan, selain sebagai obyek wisata, subak ini juga sebagai langkah yang bagus untuk konservasi atau pelestarian lingkungan. Hal ini juga untuk menangkal gelombang alih fungsi lahan demi kepentingan ekonomi tidak bisa dibendung lagi. “Selain Br. Gagah terkenal menjadi salah satu destinasi wisata alam, juga areal persawahan dapat dijaga dengan baik,” ucapnya.