Museum yang Konon Berhantu

Museum terkadang dikenal angker. Alasannya bangunan museum itu sendiri biasanya sudah berusia sangat tua, dan memiliki kisah unik sehingga masyarakat sekitar mempercayai bahwa bangunan tersebut berpenunggu. Jadi jangan heran orang yang paham tidak berani macam-macam di tempat ini. Karena mereka tahu tempat itu ada cerita hantu di baliknya.

Nah kisah tersebut pula yang cukup dikenal masyarakat luas akan museum Fatahillah di Ibu Kota Jakarta. Di siang hari museum ini memang ramai di kunjungi sederet wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tentang kisah sejarah dari museum yang juga dikenal dengan nama museum sejarah Jakarta ini. Tapi saat malam hari bangunan tersebut pun bisa membangun nuansa mencekam.

Museum Fatahillah atau yang juga dikenal sebagai museum Sejarah Jakarta memang mempunyai sisi mistik yang sungguh melegenda. Semenjak tahun 1710 ini, penampakan makhluk halus pun kental dengan bagunan usang yang berdiri Dari cerita sejarah, bangunan usang yang mulai di bangun pada tahun 1620 ini memang mempunyai segudang cerita yang mengerikan. Tak hanya kisah mistik tetapi juga kisah-kisah kekerasan yang sungguh tidak manusiawi. Dan kisah hororpun dimulai.

salah satu cerita kelam akan pembantaian sadis di museum ini adalah kisah pembunuhan keji yang dilakukan oleh rezim belanda terhadap masyarakat Cina. Sekitar tahun 1740 silam diceritakan tepat di alun-alun depan museum telah terjadi pembantaian sekitar lima ratus orang Cina. Konon, pada waktu tertentu suara-suara teriakan histeris sampai tangisan terdengar ramai sekali tepat di tempat pembantaian. Tidak cuma tersebut, bau darah hingga penampakan jazad tanpa kepala.

Selain di jadikan sebagai gedung pemerintahan di zaman Belanda, museum Fatahillah juga di jadikan sebagai tempat eksekusi. Dalam cerita sejarahnya, seorang tahanan yang bakal di eksekusi akan di beri tanda dari orang-orang disekitar museum melalui satu lonceng yang dikenal dengan nama lonceng kematian. 1 kali berarti tahanan mulai digiring ke ruang pengadilan, ke 2 berarti tahanan sudah berada di atas podium pengadilan. Nah, bunyi lonceng ketiga menjadi tanda tahanan segera di eksekusi dan disaksikan oleh pejabat dan hakim pengadilan. Menurut kisahnya, kadang di waktu-waktu tertentu lonceng yang memang dahulu selalu di bunyikan saat malam hari, berbunyi dengan sendirinya. Bahkan, konon bunyinya sampai tiga kali.

Cerita mistis yang paling melegenda di museum Fatahillah merupakan kisah-kisah seram yang berada di area penjara bawah tanah. Dari namanya ruang penjara yang sudah berdiri sekitar tiga ratus tahun lebih ini memang kental dengan nuansa mistik. Dahulu daerah ini disebut dengan nama Donker Gat yang artinya ruang gelap. Menurut kisahnya, penjara ini dulu di gunakan sebagai tempat penampungan tahanan-tahanan, penjahat dan tokoh-tokoh masyarakat yang memberontak terhadap pemerintahan Belanda. Disinilah aksi kejam yang paling tidak sedikit terjadi, para tahanan di sesasi sampai lima ratus orang, dibiarkan kelaparan, membusuk mati sampai disiksa dengan sadis.

Cerita kelam tersebutlah yang dipercaya menjadikan areal penjara ini kental dengan nuansa mistik. Mulai dari suara-suara janggal, bau anyir dan amis darah hingga penampakan makhluk halus sering terjadi di daerah ini. Jika berpatroli di daerah itu, menurut penjaga-penjaga mereka tidak pernah berani berlama-lama Konon, penampakan sosok bayangan gelap, penampakan 3 hantu berwujud anak kecil yang sudah tidak karuan sampai penampakan hantu berwujud laki-laki dan perempuan yang mengenakan busana khas Belanda tetapi dengan bentuk yang sudah hancur sering terlihat di daerah ini.