Moonbeams Musik Gedambrungan atau Musik Santai Sama-Sama Enjoy

Setiap manusia memiliki dua sisi pada dirinya. Sisi yang keras dan sisi yang lembut. Dalam musik pun, adakalanya kita perlu mendengarkan kedua sisinya. Baik itu musik yang keras macam metal dan punk ataupun musik yang lembut seperti folk, jazz dan sebagainya.

Moonbeams ada unit indie pop dari tiga pemuda asal Jakarta yaitu; Edward James (gitar, vokal), Adwanie Faisal atau Boay (drum), dan Haryo Widi atau Oyob (bass, vokal). Sebagian orang pasti lebih mengenal mereka dalam band yang mengusung musik keras, karena  Edward dan Boay merupakan personil dari (Losing Insanity, Disfare) dan Oyob bermain untuk (Merde Baise, taRRkam). Tapi di Moonbeams ini, mereka menyuguhkan sisi lembut dari dalam diri mereka yang belum terlihat yang dirangkai menjadi sebuah musik pop yang santai nan syahdu.

Boleh diceritain dong kapan dan bagaimana awal terbentuknya Moonbeams?

Boay : Awalnya emang gue sama Edward udah lama main bareng, jadi sebelum Moonbeams kebentuk gw sama Edward emang udah punya band metal. Nah, tahun  2010-an ada “celetukan misteri”, kalo Edward mau bikin band proyekan dengan musik yang lebih santai. Usut punya usut diajak jugalah gua dan akhirnya terbentuklah Moonbeams. Yauds, join deh sampe sekarang.

Edward : Sekitar tahun 2010-an, awalnya sih cuma proyek iseng, mencari peralihan dari musik keras yang gua dan Boay mainin (pada waktu itu). Tapi engga aktif dan latihan juga sebenernya, baru aktif lagi itu awal 2015.

Oyob : Mungkin kalo sejarah awalnya gua kurang paham detilnya, karena gua ikut Moonbeams itu sekitar akhir 2014 dan Moonbeams udah ada dari 2010-an. Cerita gua pribadi sama sih awalnya gua kenal Edward taun 2012. Lalu gua mulai sering main sama dia dan dikenalin juga ke Boay. Singkat cerita karena berbagai hal dan mereka minta tolong gua buat ngisi bass, maka jadilah seperti sekarang.

Musik yang kalian mainkan ini boleh disebut Indie Pop gak sih?

Edward : Hmm, tergantung bagaimana para pendengar menyingkapinya sih, kalo dari kita sendiri ya sah-sah aja kok dibilang indie-pop. Indie Barends juga boleh kok hehehe.

Boay : Bisa juga kok dibilang indie-pop. Tergantung juga sama para penikmatnya. Arah musik Moonbeams kaya apa, jalurnya kemana biar para pendengar yang nilai. Tapi sejauh ini mertua gue bilang “ooh, ini indie po bo”, hahaha.

Oyob : Gua pribadi ga pengen ribet soal aliran. Simple-nya, musik Moonbeams adalah musik pop. Kalo ada yang mengkaitkan musik Moonbeams ke genre atau subgenre mana terserah yang dengerin aja hahaha, silahkan.

 

Kalo orang-orang ngeh atau ada yg kenal, semua personil dari Moonbeams ini (dulu) bermain di band gedambrungan macam Hardcore Punk dan Metal. Lebih enak bermain musik gedambrungan atau musik yang santai dan easy listening seperti di Moonbeams?

Boay : Mungkin buat orang-orang yang udah lama kenal personilnya Moonbeams dan pada tau backgroundnya pada mainin musik keras, ya pasti sih gak asing lagi sama anak-anak, bisa dibilang muka lama band baru hehe. Kalo gue pribadi, mau musik gedambrungan atau musik santai dua-duanya enjoy sih. Karena gue suka hampir semua jenis musik.

Edward : Waduhh… kalo soal itu sih personal, kembali ke masing-masing personilnya. Kalo untuk gua pribadi, musik itu universal. Semuanya bisa dinikmati, tergantung gimana kita ngelakuin pendekatan dan bisa ngerasain musik yang kita mainin secara dalam. Ya, begitu deh~.

Oyob : Hahaha, asiknya beda sih. Mainin musik keras atau yang adem gini beda enaknya. Buat contoh kalo di band yang keras feedback dari penonton itu bawaannya pengen gerak dan rusuh (moshing), kalo yang ini cukup diem, merem, terus nikmatin.

Siapa sih  yang paling sering bikinin lirik di Moonbeams? Terus ada tema-tema khusus gak dalam penulisan liriknya?

Edward : Kalo untuk lirik, kebetulan gua yang banyak bikinin, terus di bantuin sama Oyop finishing-nya. Tapi Boay juga bikin lirik. Untu tema, gak ada tema khusus sih, bebas aja fleksibel (tapi bukan telkom flexi). Cuman kebetulan lirik Moonbeams itu banyak tercipta dari fantasi saat kita menutup mata dan ulasan memori yang tersimpan di kepala, juga dari kehidupan ini.

Boay : Si Edward yang lebih sering bikin lirik, tapi gue juga bikin lirik. Oyob juga kadang bantu ngerangkum lirik dan ngerjain bagian finishing. Gak ada tema khusus, bebas aja sih lirik ngayal-ngayal babu gitu.

Oyob : Di Moonbeams biasanya Edward yang bikin lirik. Boay juga nulis lirik buat lagu Dimensi biru. Gua sendiri dalam proses penulisan lirik cuman membenahin kalo gua rasa ada yang kurang. Buat kedepannya gua juga mau nyoba nyumbang lirik. Gatau dah bakal pada doyan apa engga hahahaha.

Siapa aja sih musisi luar atau dalam negeri yang menjadi inspirasi dari musik Moonbeams?

Edward : The High Llamas, Mew, musik-musik dari scoring film 70-80an. Gua sendiri sukanya old-time jazz (swing), ya namun ada sedikit sentuhan dari Michael Franks pastinya. Lokalnya Harry Roesli, Margie Segers, Chrisye, Mondo Gascaro, banyak sih.

Boay : The Stone Roses, Bauhaus, The Smith, Copeland, Mew, kalo lokalnya Pure Saturday.

Oyob : Harry Roesli, The Beatles, Mew, Steely Dan, Fleetwood Mac, dan lain-lain. Yang paling sering gua dengerin musik tahun 60-70an malah rada jauh sama Moonbeams sih.

Kira-kira tahun ini Moonbeams bakalan ngerilis apa? Single atau E.P ?

Oyob : E.P. akan sesegera mungkin dirilis oleh Leeds Records. Perihal audio dan rekaman udah kelar semua, tapi karena beberapa hal jadi keundur dari wacana tahun lalu. Diusahakan deket-deket ini dirilis.

Boay :Insya Allah tahun ini keluar E.P. yg dirilis oleh Leeds Record. Mohon doanya biar cepet rilis yak! Rada ngaret juga nih karena beberapa kendala haha.. (boay)

sumber: Serubanget.top