Harga Emas hari ini Menguat Terdorong Kondisi Politik di AS dan Eropa

Harga emas naik bersamaan dengan ketidakpastian kebijakan yg dibuat presiden amerika serikat (as) donald trump yg melarang masyarakat dari tujuh negara yg sebagian besar orang islam masuk ke negaranya. Harga emas pun terdukung rencana pemilihan umum di eropa.

Pedagang mengutarakan aktivitas bisnis emas merosot sepanjang liburan tahun baru imlek yg terjadi di banyak negara asia. Agenda pertemuan federal reserve (the fed) untuk berdiskusi kebijaksanaan finansial turut mempengaruhi harga emas.

Melansir dari halaman situs reuters, selasa (31/1/2017), harga spot emas naik 0, 4 % ke posisi us$ 1. 196, 20 masing-masing ounce. Ini lebih rendah jika dibandingkan posisi pada 2 pekan yang lalu di level us$ 1. 180, 65 masing-masing ounce. Sementara untuk emas berjangka as ditutup naik 0, 4 % ke posisi us$ 1. 193, 20 masing-masing ounce.

Ada unsur efek geopolitik yg mendukung harga emas, tutur james steel, kepala analis metal hsbc securities di kota new york amerika serikat.

Trump mengutarakan kebijaksanaan untuk melarang imigran dari 7 negara masuk. Tindakan ini menguatkan kecemasan atas situasi penanaman modal di amerika serikat.

Harga emas hari ini di masa depan bakal bergantung pada dolar, kebijaksanaan finansial as serta suku bunga, tutur analis commerzbank carsten fritsch.

Larangan imigrasi menambahkan resiko yg mendorong emas yang lalu.. . Terdapat juga efek politik dari pemilu di perancis serta belanda, lanjut dirinya.

Emas pun bakal dipengaruhi kebijaksanaan the fed, yg bakal menggelar pertemuan dua hari, yang akan dimulai pada hari selasa. Bank sentral ini sudah meningkatkan suku bunga pada bulan desember.

The fed pada saat itu mengisyaratkan bakal menambah sebesar tiga kali suku bunga pada tahun 2017, berbarengan komitmen trump buat menambah perkembangan melewati pemotongan pajak, pengeluaran serta deregulasi.

Memang suku bunga yg lebih tinggi dapat mendorong mata uang dolar amerika serikat lebih tinggi, serta menyebabkan emas dalam mata uang dolar lebih mahal untuk pemegang lainnya dan berpotensi menurunkan permintaan.